Beranda Pendidikan Unjuk Rasa Berlanjut, Mahasiswa UIN Banten Menduduki Gedung Rektorat

Unjuk Rasa Berlanjut, Mahasiswa UIN Banten Menduduki Gedung Rektorat

793
Mahasiswa UIN Banten mendirikan tenda, menduduki gedung rektorat kampus tersebut, Rabu malam, 3 Februari 2021.

SERANG.BCO.ID – Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Banten dengan agenda pemotongan biaya uang kuliah tunggal (UKT) masih berlanjut. Masa aksi menduduki gedung rektorat dengan mendirikan tenda dan menginap, hingga Rektor UIN Banten datang melakukan audiensi terbuka.

Wildan, peserta aksi mengatakan, sebelumnya pihak kampus dalam hal ini Wakil Rektor III Prof Dr KH Wawan Wahyudin menemui para mahasiswa dan menyampaikan siap rektorat memberikan potongan 100 persen biaya UKT kepada para mahasiswa atau orang tuanya yang terkena Covid-19. Namun, kata Wildan, ketika diminta menandatangani MoU tuntutan, tidak beredia.

“Tadi wakil rektor III, Pak Wawan, hadir menyampaikan siap memberikan potongan 100 persen biaya UKT kepada mahasiswa yang orang tuanya menjadi Korban Covid-19. Selain itu melarang kami untuk menginap di kampus ini. Tetapi saat kami meminta menandatangani MoU tuntutan mahasiswa, beliau pergi dengan alasan akan berdiskusi dulu dengan Rektor UIN Banten,” ujar Wildan, Rabu malam, 3 Februari 2021.

Dikatakan Wildan, mahasiswa tetap menduduki rektorat dengan mendirikan tenda menginap, dan bertahan di kampus sampai Rektor UIN Banten hadir dan menandatangani MoU tuntutan. “Kami mengadakan kemah perlawanan malam ini, sampai rektor membuka audiensi terbuka dengan mahasiswa dan menandatangani Mou tuntutan mahasiswa,” pungkas Wildan.

Sebelumnya diberitakan, Korlap aksi tersebut, Syahrizal menjelaskan, mahasiswa menuntut pihak Rektor UIN Banten untuk bijaksana memberikan keringanan pembayaran UKT di masa Pandemi seperti saat ini. “Kami datang dan membuat barisan aksi massa ini menuntut keringanan UKT dengan regulasi yang tidak memberatkan mahasiswa dan disesuaikan dengan ketentuan, yaitu pemotongan UKT sebesar 50 persen (%) bagi mahasiswa UIN SMH Banten, pemotongan sebesar 100 persen bagi mahasiswa yang orang tua (walinya) di PHK atau dinyatakan positif COVID-19, meninggal dunia akibat Covid-19. Selain itu, penurunan Grade UKT satu tingkat dan membenahi siakad,” ujar Syahrizal, []