Beranda Humaniora THM di JLS Tetap ‘Merdeka’ di Tengah Pandemi, Warga: Pemkab Serang Lemah

THM di JLS Tetap ‘Merdeka’ di Tengah Pandemi, Warga: Pemkab Serang Lemah

1069

SERANG, BCO.CO.ID – Keberadaan tempat hiburan malam yang berlokasi di sepanjang Jalan Lingkar Selatan, perbatasan Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, terus mendapat sorotan dari sejumlah masyarakat. Warga menilai, keberadaan lokasi tempat hiburan malam seolah dibiarkan oleh Pemkab Serang. Situasi Pandemi Covid-19 pun seolah tidak mempengaruhi bisnis tersebut.

Putra, seorang warga mengatakan, Pemkab Serang seharusnya dapat mencontoh Satgas Covid-19 Kota Cilegon yang tegas dan selalu berpatroli menerapkan aturan protokol kesehatan kepada warganya dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Tapi setidaknya Pemkab Serang tegas dalam menegakan aturan terkait Covid-19 terutama di JLS. Kalau seperti ini, dibiarkan operasi terus artinya Pemkab Serang lemah. JLS dominannya masuk Serang, tapi warga banyak mengira kebijakan Pemkot Cilegon kan enggak nyambung,” kata Putra kepada BCO, Sabtu 09 Januari 2021.

Beberapa waktu lalu, lanjut Putra, ia sempat melihat Pemkot Cilegon beserta Satpol PP Kabupaten Serang melakukan razia di sepanjang Jalan Lingkar Selatan. Namun, menurutnya, Satpol PP Kabupaten Serang dianggap lemah dalam penindakan tersebut dan dinilai hanya menjadi penonton dari kegiatan yang dilakukan secara gabungan itu.

“Waktunya lupa, cuma saya pernah lihat Pemkot Cilegon dan Satpol PP Serang razia malam-malam. Tapi saya menilai, Satpol PP Serang malah jadi penonton dari kegiatan yang dilakukan saudaranya itu, masa yang aktif dari Cilegon terus,” imbuhnya.

Kritik tajam juga diungkapkan Wahyudi, ia menganggap penindakan yang dilakukan Satgas Covid-19 Kabupaten Serang dalam penegakan tempat hiburan malam ditengah pandemi seolah tidak serius melindungi warganya dari paparan virus corona. Terbukti, kata Wahyudi, meski sempat disegel namun THM di kawasan ini kembali beroperasi lagi tapi memikirkan aturan yang berlaku.

“Dulu sempat disegel, tapi selang sehari ramai lagi. Sekarang juga yang dugem mah tetap lanjutkan,” ujar Wahyudi.

Warga berharap, Pemerintah Kabupaten Serang dapat mendengarkan saran warga untuk menutup tempat hiburan malam demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat setempat.

“Secara kepentingannya apa saya tidak ngerti, tapi tolong dong tegas. THM itu enggak ada manfaatnya, yang ada hanya mudharatnya, apalagi kondisi begini. Enggak mungkin kalau enggak ada klaster THM, pasti ada itu. Kalau bisa, ketimbang dijadikan kawasan bisnis lendir lebih baik dijadikan pusat kuliner disini, atau manfaatin lahan buat dibikin taman edukasi biar semuanya nyaman,” imbuhnya.

Berdasarkan pantauan BCO pada Sabtu dinihari, sejumlah tempat hiburan malam yang menyediakan bar dan karaoke tetap beroperasi di wilayah ini. []