Beranda Tak Berkategori Soal Pengungkapan Sabu 23 Kilogram di Pandeglang, Begini Kronologis Lengkapnya

Soal Pengungkapan Sabu 23 Kilogram di Pandeglang, Begini Kronologis Lengkapnya

1294

SERANG.BCO.CO.ID – Ditresnarkoba Polda Banten bersama Polres Pandeglang menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu sebanyak 23 kilogram di Jalan Raya Tanjung Lesung-Sumur, di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis, Pandeglang pada Selasa 08 Maret 2022 sekitar Pukul 09.40 WIB.

Dalam pengungkapan ini petugas berhasil meringkus tujuh orang tersangka yakni ISB alias Budi (44) warga Wanasalam, Kabupaten Lebak, HD alias Erik (35) warga Malingping, Kabupaten Lebak, SPM alias Parman (51) warga Jakarta, AF alias ROHMAN (34) warga Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, ES alias JANA (37) warga Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, HS alias Herli (21) warga Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang dan AS alias ANAN (48) warga Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang.

“Saat tiba di lokasi pada Selasa kemarin sekitar 09.40 Wib, petugas mengamankan 3 orang di dalam mobil Kijang Innova yaitu HS, ES dan AS di pinggir Jalan Raya Tanjung Lesung dan Sumur, tepatnya di Desa Banyuasih, Kecamatan Cigeulis. Saat diamankan, terdapat 2 koper besar yang mencurigakan sesuai informasi dari warga, kemudian setelah dibuka diketahui berisi narkoba jenis sabu,” ungkap Kombes (Pol) Shinto Silitonga, Kabid Humas Polda Banten, saat press conference di Mapolda Banten, Rabu 09 Maret 2022.

Saat dilakukan penggeledahan, dua buah koper tersebut berisi 23 bungkus besar sabu dengan berat sekitar 23 kilogram, dengan rincian dalam koper merah terdapat 12 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu dengan total sekitar 12 kilogram. Kemudian, darikoper hitam terdapat 11 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu total sekitar 11 kilogram.

Shinto menjelaskan saat interogasi awal, AS menyampaikan bahwa barang tersebut diambil dengan menggunakan perahu nelayan ke sumber di pantai barat Sumatera. “Tersangka mengambil sabu tersebut menggunakan perahu nelayan ke pantai barat Sumatra, kemudian akan diedarkan di wilayah Pulau Jawa,” ucap Shinto.

Selanjutnya penyidik Ditresnarkoba Polda Banten dan Satresnarkoba Polres Pandeglang melakukan pengembangan dan selanjutnya menangkap 4 tersangka lainnya di tempat bersandar perahu yang membawa sabu. Diketahui perahu nelayan yang membawa koper berisi sabu tersebut berlabuh di pesisir pantai pelelangan ikan Muara Baru, Desa Kertajaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang.

“Untuk barang bukti yang diamankan yaitu koper merah terdapat 12 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu total sekitar 12 kilogram, koper hitam terdapat 11 bungkus besar kemasan teh Cina merk Guan Yingyang berisi sabu total sekitar 11 kilogram dengan total keseluruhan sabu sekitar 23 kilogram. Satu unit mobil Kijang Innova, satu unit kapal kincang dan satu pucuk air soft gun,” tambah Shinto.

Lebih lanjut Shinto menyampaikan bahwa atas perbuatannya para tersangka akan dikenakan Pasal 114 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan narkotika golongan 1 bukan tanaman, diancam pidana minimal 5 tahun maksimal 20 tahun penjara, Pasal 112 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu menguasai narkoba golongan 1 bukan tanaman, diancam pidana minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun penjara dan Pasal 137 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaknk pencucian uang hasil peredaran gelap narkoba dengan ancaman pidana minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Sementara itu Kapolda Banten Irjen (Pol) Rudy Heriyanto mengatakan jika daerah pesisir telah menjadi sasaran masuknya narkoba ke wilayah Banten karena kondisi geografis pantai yang cukup panjang dan lokasi yang masih dalam kategori blank spot area, sehingga menjadi atensi untuk dapat dikonsentrasikan dalam kegiatan kepolisian, dan faktanya benar bahwa pengungkapan narkoba skala besar di Kecamatan Sumur Pandeglang menjadi keberhasilan Polda Banten dalam mengelola kegiatan kepolisian di daerah pesisir pantai.

“Polda Banten bersikap tegas dengan menghadapkan para pelaku penyalahgunaan narkoba ini dengan pasal berlapis sehingga sanksi pidana akan menjadi semakin berat dan dapat menelusuri aset para pelaku untuk dapat ditracing dan dilakukan penyitaan,” terang Kapolda. []

RADIO BCO