ucapan
Beranda Hukum Kriminal Polisi Ungkap Kasus Tawuran Korban Luka Bacok yang Viral di Kasemen

Polisi Ungkap Kasus Tawuran Korban Luka Bacok yang Viral di Kasemen

1092

SERANG.BCO.CO.ID – Satreskrim Polres Serang Kota (Serkot) Polda Banten bersama Unit Reskrim Polsek Kasemen menggelar konferensi pers pengungkapkan kasus tawuran yang mengakibatkan korban luka sobek pada bagian punggung, Senin 11 April 2022 di halaman Mapolsek Serkot.

Diketahui, pada Jumat, 8 April 2022, sekira pukul 02.00 WIB, MM (20) warga Kasemen, menjadi korban tawuran dan mengalami luka bacok dipunggung, di Jalan Baru Bangen Lama, Kampung Kebon Kelapa Dua, Kasemen, Kota Serang.

MM mengalami luka sobek akibat sabetan senjata tajam cerulit hingga luka di bagian punggung dengan luka terbuka (sobek) sepanjang 25 cm, hingga di rawat di Rumah sakit RSUD Serang.

Berdasarkan keterangan Polisi, MM terlibat perselisihan dengan MA alias BI (18) dan temannya AK (18). “MA alias BI dan AK, melakukan aksi tawuran berawal dipicu karena adanya perselisihan dalam permainan sepak bola. Dimana, pelaku dan korban sepakat untuk taruhan sepak bola harus membayar uang taruhan jika kalah. Namun kesepakatan tersebut diingkari oleh korban, sehinga terjadi saling ejek dan kemudian korban dan pelaku sepakat untuk bertemu di Jalan Banten Baru, Kasemen, untuk perang sarung. Namun pelaku bersama teman-temannya membawa senjata tajam celurit, sehingga terjadi tawuran dan mengakibatkan korban luka sobek pada bagian punggung,” kata Kapolres Serang Kota, AKBP Maruli Ahiles.

Kapolres Serkot AKBP Maruli Ahiles Hutapea, bersyukur dapat merelease adanya kejadian yang cukup viral tersebut, dimulai dari adanya permainan bola, dimana dalam permainan tersebut pelaku dan korban memiliki perjanjian taruhan.

“Apabila menang mendapat uang sebesar Rp.50.000,- (lima puluh ribu). Ternyata ada tim yang menang, yang kalah tidak membayarkan kesepakatan. Karena merasa dicurangi, akhirnya mereka berjanji untuk melakukan perang sarung, dimana perang sarung adalah anak muda yang membawa sarung dan diikatkan batu kemudian berkumpul dan melakukan tawuran. Ternyata ada salah satu kelompok membawa celutit dan membacokannya kepada korban,” ucap Kapolres.

Kapolres Serkot juga menambahkan, saat ini korban mengalami luka cukup serius dan sedang berada di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang. “Korban dalam penanganan medis cukup serius, kita berdoa pasca operasi semoga korban segera pulih,” ucap Kapolres.

Adapun, masih kata Kapolres, pelaku utama berjumlah tiga orang. “Dimana ketiga pelaku tersebut ada di lokasi menggunakan celurit dan teman pelaku yang ikut membacok sedang dalam pengejaran. Para pelaku mendapatkan celurit dengan cara membeli secara online,” kata Kapolres.

Sementara, lanjut AKBP Maruli, diduga pelaku MA alias BI dan AK di jerat dalam pasal 2 ayat (1) undang-undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951,dengan ancaman penjara 12 tahun. “Untuk MA alias BI dan AK, saat ini sedang dalam proses penyidikan unit Reskrim Polsek Kasemen Polres Serkot Polda Banten,” tutupnya. []

RADIO BCO