Beranda Politik Pemenang Pilkada di Banten Ditetapkan, Pandeglang dan Tangsel Ditunda

Pemenang Pilkada di Banten Ditetapkan, Pandeglang dan Tangsel Ditunda

347

SERANG, BCO.CO.ID – Komisi Pemilihan umum Provinsi Banten baru menetapkan dua pemenang Pilkada di provinsi paling barat di Pulau Jawa ini. Kedua kepala daerah yang ditetapkan itu adalah Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Serang yang diraih oleh Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa dengan total suara sah 429.054 dn unggul dari kompetitornya, Nasrul Ulum-Eki Baihaki meraih 247.310 suara. Penerapannya dilakukan Jumat, 22 Januari 2021 kemarin.

Selanjutnya di Kota Cilegon, paslon Helldy Agustian-Sanuji Pentamerta juga resmi ditetapkan sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon terpilih pada rapat pleno di salah satu hotel di Kota Cilegon, Sabtu 23 Januari 2021.

Diketahui, Helldy-Sanuju unggul dengan meraih 34,4 persen, jauh di atas perilehan suara Ati Marliati-Sokhidin meraih 29,6 persen, Ali Mujahidin-Lian Firman 21,7 persen, dan Iye Iman Rohiman-Awab meraih 14,4 persen suara.

“Dari dua yang diumumkan, yang tidak ada perkaranya di MK dan itu sudah dipastikan lewat surat MK kemarin tanggal 20 Januari, yang sudah kita dapat. Karena itu mereka (KPU) melakukan penetapan (pemenang pilkada-red),” kata Mashudi, Komisioner KPU Banten, usai penetapan pemenang Pilkada Cilegon.

Sedangkan untuk Pilkada Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Pandeglang, lanjut Mashudi, belum ditetapkan lantaran masih terganjal oleh persidangan di Mahkamah Konstitusi (MK). KPU Banten mengaku belum mengetahui materi gugatan dari kedua daerah itu di MK.

“Jadi KPU kabupaten dan kota ini sedang mengikuti persidangan yang ada, baik secara luring maupun daring. Kita belum lihat itu gugatan mereka seperti apa, jadi mereka mau menggugat itu dimananya. Apakah hasil atau prosesnya yang mempengaruhi hasil,” ujarnya.

Pihaknya meyakini bahwa penyelenggara pemilu sudah melakukan proses pilkada sesuai prosedur yang berlaku, dan tidak melanggar peraturan yang ada. Pihaknya juga sudah menyiapkan pembelaan dalam kegiatan persidangan itu.

“Karena kita yakin dengan proses yang sudah dilalui itu, tidak ada kesalahan dalam perolehan hasil maupun prosedural,” tandasnya.

Selanjutnya, kepala daerah yang telah ditetapkan tersebut bakal menunggu tahapan selanjutnya, yakni pelantikan dan setelah itu dapat langsung bekerja di wilayah pemerintahan yang dipimpinnya. []