Beranda Wisata Pariwisata Terpuruk, Pengelola Pantai di Cinangka Sebut Wisatawan Turun Drastis

Pariwisata Terpuruk, Pengelola Pantai di Cinangka Sebut Wisatawan Turun Drastis

1549

SERANG, BCO.CO.ID – Kondisi pandemi Covid-19 membuat perekonomian pegiat pariwisata ataupun pengelola objek pantai di sekitar Anyer dan Cinangka, Kabupaten Serang, semakin terpuruk pasca musibah besar tsunami di akhir 2018 lalu. Pasalnya, saat ini para pengelola pantai mengeluhkan sepinya kunjungan wisatawan.

Fahri, salah satu pengelola pantai di Desa Sindanglaya, Kecamatan Cinangka, menuturkan, kondisi ini membuat mereka harus mencari alternatif pendapatan lain demi menghidupi kelurganya. Bahkan, Fahri menyebut, sepinya tingkat kunjungan mencapai 95 persen.

“Sekarang benar-benar bikin menjerit, natal tahun baru biasanya ramai. Kemarin boro-boro bang, ini kalau dihitung-hitung 95 persen pengunjung itu enggak ada yang datang ke tempat kita,” kata Fahri kepada BCO, Mingg 10 Januari 2021.

Dikatakan Fahri, pihaknya selalu menekankan para pengunjung di pantai yang ia kelola untuk menerapkan aturan protokol kesehatan. Akan tetapi, Satgas Covid-19 yang selalu datang ke tempat ini membuat para pengunjung enggan menikmati masa liburannya.

“Kita ramai sedikit dibubarin sama petugas, kalau kayak gitu kita mau dapat peghasilan darimana. Tempat hiburan malam di JLS aja buka, masa kita terus dibubarin,” jelasnya.

“Kita mah rakyat kecil pengennya pemerintah adil, disini ditutup disana (JLS-red) tetap buka,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Nur, salah seorang pedagang keliling yang biasa menjajakan dagangannya kepada wisatawan yang berekreasi di pantai. Menurutnya, kondisi saat ini sangat berbeda dari tiga atau empat tahun lalu.

“Susah sekarang mah mau jual opak satu ikat juga, kalau dulu mah enggak harus keliling-keliling. Sekarang mah keliling juga rada susah buat jualnya agar laku,” kata Nur singkat.

Mereka berharap, pemerintah daerah Kabupaten Serang bisa tegas dalam menciptakan iklim ekonomi terutama yang berdampak pada penghasilan masyarakat kecil seperti para pegiat wisata ataupun pedagang yang menggantungkan hidupnya dari kegiatan usaha ini. []