Beranda Kesehatan Merokok Sembarang Tempat di Kabupaten Serang Bisa Dipenjara

Merokok Sembarang Tempat di Kabupaten Serang Bisa Dipenjara

1028
Banner Kawasan Tanpa Rokok dipasang di Gedung DPRD Kabupaten, Serang.
Banner Kawasan Tanpa Rokok dipasang di Gedung DPRD Kabupaten, Serang.

SERANG, BCO.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Serang telah menetapkan Peraturan Daeran (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Siapa saja yang melanggar perda tersebut, bisa disanksi dengan denda berupa uang atau pidana penjara.

Di dalam perda tersebut dijelaskan bahwa ruang lingkup Kawasan Tanpa Rokok meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, angkutan umum, fasilitas olahraga, tempat kerja, tempat umum dan tempat lain yang ditetapkan. Setiap orang dilarang merokok di kawasan tanpa rokok tersebut. Jika melanggar dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 hari dan/atau denda berupa uang paling banyak Rp 50.000

Selain itu, Setiap orang atau badan dilarang mempromosikan, mengiklankan, menjual, dan/atau membeli rokok di kawasan tanpa rokok. Setiap orang atau badan yang melanggar tersebut, dipidana dengan pidana kurungan paling lama 7 hari dan/atau denda paling banyak Rp.5.000.000

Ada ketentuan lain bahwa larangan merokok dan mempromosikan, mengiklankan, menjual dan/atau membeli rokok di KTR sebagaimana sebagaimana disebutkan di atas, dikecualikan pada tempat khusus untuk merokok di tempat kerja yang di izinkan oleh Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat kerja; dan tempat khusus untuk merokok di tempat umum termasuk Pasar Tradisional dan Pasar Modern.

Merokok hanya boleh di tempat khusus yang disediakan dengan syarat, merupakan ruang terbuka atau ruang yang berhubungan langsung dengan udara luar sehingga udara dapat bersirkulasi dengan baik, terpisah dari gedung/tempat/ruang utama dan ruang lain yang digunakan untuk beraktifitas, jauh dari pintu masuk dan keluar; dan jauh dari tempat orang berlalu-lalang.

Disebutkan juga dalam perda bahwa larangan merokok ini antara lain mempertimbangkan bahwa rokok mengandung zat psikoaktif yang membahayakan kesehatan perokok aktif maupun perokok pasif dan dapat menimbulkan adiksi, pencemaran udara, serta menurunkan derajat kesehatan manusia, sehingga perlu penanganan melalui penyelenggaraan kawasan tanpa rokok.

Berdasarkan pantauan BCO di lingkungan Pemkab Serang, tidak terlihat pegawai yang merokok di ruangan kerjanya. “Kalau di ruangan (kerja-red) tidak boleh. Kalau mau merokok, silakan di luar, di halaman yang terbuka,” ujar pegawai di Dinas Kominfo sandi dan Statistik (Kominfosatik) Kabupaten Serang, Selasa 19 Januari 2021. []