Beranda Hukum Kriminal Kelompok Tawuran di Kasemen Diamankan, Polisi Sebut Masih Ada yang Buron

Kelompok Tawuran di Kasemen Diamankan, Polisi Sebut Masih Ada yang Buron

1199

SERANG, BCO.CO.ID – Kelompok pelaku tawuran yang sempat meresahkan masyarakat di Kasemen, Kota Serang, akhirnya diamankan pihak Polres Serang Kota. Sebanyak 11 orang pelaku sudah ditangkap dan sisanya masuk Daftar Pencarian Orang (DPO). Pelaku ditangkap polisi dan tiba di Mapolres Serang Kota pada Selasa malam, 20 April 2021 sekitar pukul 20.00 wib.

Pelaku tawuran tersebut diketahui berasal dari kelompok All Star, yang anggotanya warga Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Sementara, pelaku lainnya berasal dari kelompok Barisan Ogah Mundur (BOM), anggotanya dari Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang. Dalam tawuran tersebut, satu personil dari gerombolan BOM menjadi korban pembacokan dari kelompok All Star. “Yang kami amankan 11 orang, TKP (lokasi tawuran-red) sendiri di Kasemen. Karena adanya tawuran gerombolan bermotor yang menyebabkan korban luka. Selebihnya DPO (Daftar Pencarian Orang),” kata Ipda Rifky Nugraha, Kanit Pidum Satreskrim Polres Serkot diruangannya, Selasa malam 20 April 2021.

Dikatakan, petugas masih mengembangkan kasus tawuran antar kelompok ini dan terus memeriksa sembilan orang lainnya. Lantaran, 11 remaja itu baru sampai ke Mapolres Serkot. Dari para pelaku, sementara polisi baru menyita dua celurit dan golok sisir (gosir) yang digunakan dalam aksi itu yang digunakan untuk melukai lawannya.

Dari 11 orang yang ditangkap, baru tiga yang di tetapkan sebagai tersangka, yakni IS (17), AI (18), dan AJ (22). Hasil pemeriksaan sementara, ketiganya terbukti melakukan pembacokan terhadap kelompok BOM. Pelaku dijerat Pasal 170, dengan ancaman pidana 9 tahun kurungan penjara. “Pelaku dikenakan pasal 170 juncto Undang-undang darurat, ancaman 9 tahun kurungan penjara. Jika masyarakat melihat gerombolan membawa sajam, bisa melaporkan ke polisi,” terangnya.

Pelaku AI (18) mengakui ia kerap membawa celurit untuk melindungi diri. Jika ada yang menyerangnya, ia akan menggunakan celurit untuk melindungi diri. “Pakai celurit untuk jaga-jaga sama menyerang orang,” ujar AI (18) singkat.

Pelaku lainnya IS (17) mengaku membacok korbannya menggunakan golok sisir (gosir), yang dibuatnya dari baja ringan. Kemudian dibuat runcing layaknya gergaji. Selanjutnya pelaku lainnya, AI (18) dan AJ (22), membacok korban menggunakan celurit. “Ada 20 an orang yang ikut dikelompok saya. Saya cuma di ajak sama temann. Ada dua orang yang saya lihat ikut ngebacok,” kata pelaku IS, ditempat yang sama. []