Beranda Bisnis dan Ekonomi Imbas Cuaca Buruk, Usaha Ikan Rebus di Bojonegara Berhenti Operasi

Imbas Cuaca Buruk, Usaha Ikan Rebus di Bojonegara Berhenti Operasi

733
Penguasa ikan rebus di Desa wadas, Bojonegara, Kabupaten Serang, terpaksa menghentikan usahanya akibat cuaca ekstrem, Sabtu 27 Februari 2021.

SERANG, BCO.CO.ID – Cuaca buruk yang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Serang dan Cilegon, menyebabkan para nelayan di Desa Wadas, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, untuk sementara terpaksa berhenti mencari ikan di laut. Akibatnya, ini berimbas langsung terhadap pasokan ikan untuk usaha ikan rebus di wilayah ini.

Nurjen, salah seorang pemilik usaha ikan rebus mengatakan, sudah empat bulan terakhir ini ia tidak menjalankan aktivitas produksi ikan rebus. Bukan tanpa sebab, hal tersebut terjadi karena tidak adanya pasokan ikan dari para nelayan di wilayah ini. “Sudah empat bulan enggak produksi, ikannya enggak ada. Apa yang mau diolah,” kata Nurjen, kepada BCO Media, Sabtu 27 Februari 2021.

Sebelum fenomena peralihan musim, lanjut Nurjen, ia biasanya memproduksi 3-5 ton ikan basah untuk dijadikan ikan rebus yang kemudian dikeringkan. Ikan-ikan itu terdiri dari berbagai jenis ikan kecil tangkapan nelayan.

Selain menjalankan usaha tersebut, Nurjen mengaku, memperkerjakan warga setempat. Namun karena kondisi pancaroba ini, para pekerjanya tersebut diliburkan. “Kita dapat ikannya dari nelayan, lumayan kalau dulu hasilnya. Ikan masih banyak, sekarangkan enggak ada. Terpaksa yang biasanya bantuin saya, sekarang harus diliburkan,” ujarnya.

Masih kata Nurjen, untuk memenuhi permintaan, ia biasanya menjual ikan rebus dari tempatnya ke Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, ia juga menerima berbagai jenis ikan-ikan kecil tangkapan nelayan setempat. “Biasanya ke Jakarta dikirimnya, karena permintaannya banyak dari sana,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, puluhan perahu nelayan di wilayah ini tampak berjejer dengan rapi ditambatkan di area pangkalan. Sejumlah nelayan juga tampak sedang sibuk dengan aktivitas memperbaiki perahu, atau memperbaiki alat tangkapan ikannya. Namun meski begitu, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada saja nelayan yang tetap nekad melaut saat kondisi buruk terjadi meskipun tidak jauh dari pangkalan ini. []