Beranda Humaniora Diduga Backing Tempat Hiburan Malam di JLS, Ini Jawaban Tegas BPPKB Banten

Diduga Backing Tempat Hiburan Malam di JLS, Ini Jawaban Tegas BPPKB Banten

2671

SERANG, BCO.CO.ID – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) di Jalan Lingkar Selatan, Perbatasan Kota Cilegon dan Kabupaten Serang, terus menimbulkan spekulasi atau dugaan yang berkepanjangan. Baru-baru ini, sejumlah elemen masyarakat di sekitar kawasan JLS bahkan menuding adanya campur tangan ormas yang menunggangi aktivitas hiburan THM di wilayah tersebut.

Hal itu diperkuat dengan berdirinya salah satu pos Badan Potensi Pembinaan Keluarga Besar (BPPKB) yang bersandingan dengan salah satu THM.

Menanggapi itu, Pengurus DPD BPPKB Banten Ricky Yaqub mengatakan, BPPKB masih konsisten dengan visi misi yang tertuang dalam AD/ART organisasi dan mendukung pergerakan umat islam dalam menjaga marwah Banten yang dikenal sebagai kota santri. Ia juga membantah, bahwa BPPKB tidak terlibat dalam aktivitas tersebut. Jika pun ada yang membawa nama BPPKB, lanjut Ricky, mereka merupakan oknum yang mengatasnamakan organisasi.

“Itu oknum yang bawa-bawa nama BPPKB. Kita tetap berada pada visi misi sesuai AD/ART organisasi. Berjuang bersama ulama menegakan akhlak sesuai ajaran Islam,” kata Ricky Yaqub terkonfirmasi, Rabu 20 Januari 2021.

Ricky menambahkan, adanya oknum yang membawa nama BPPKB tersebut juga ingin menguasai seluruh THM di JLS dan beberapa THM yang ada di wilayah Kramatwatu atau pun di Waringkurung, Kabupaten Serang.

“Yang saya dapat informasi, konon katanya si oknum ini ingin menguasai semua THM yang ada di JLS. Si oknum itu membawa kop Kramatwatu,” jelasnya.

Lebih lanjut Ricky menegaskan, pihaknya tidak melindungi oknum yang menjaga atau menunggangi keberadaan THM. Pasalnya, BPPKB ingin tetap berjuang bersama ulama dalam hal menerapkan marwahnya sebagai ormas yang menjunjung tinggi ajaran islam.

“BPPKB tidak melindungi oknum kita yang menjaga THM, tidak mengizinkan itu. Apalagi sampai terpampang jelas di depan itu umbul-umbul BPPKB dan juga logo BPPKB kita enggak mau itu, karena BPPKB tetap berjuang, beramal, dan berakhlakul karimah bersama para ulama,” tegasnya.

Ia juga mendorong masyarakat dan ulama di sekitar lokasi ini untuk membuat surat pembongkaran pos itu kepada DPD BPPKB Banten untuk segera ditindaklanjuti.

“Kalau bisa para ulama, para tokoh-tokoh ormas islam membuat surat ke kami yang ditujukan ke DPD agar Ketua DPD memberikan perintah khusus untu melakukan pembongkaran pos yang ada logo BPPKB-nya,” pungkasnya. []