ucapan
Beranda Hukum Kriminal Beroperasi Sejak 2016, Oknum SPBU Nakal di Kibin Diciduk Polisi

Beroperasi Sejak 2016, Oknum SPBU Nakal di Kibin Diciduk Polisi

1183

SERANG.BCO.CO.ID – Ditreskrimsus Polda Banten mengungkap aksi kecurangan perdagangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Gorda Nomor: 34-42117 di Jalan Raya Serang – Jakarta, KM 70, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang, pada Senin 06 Juni 2022.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga menjelaskan, saat melakukan pengecekan di lokasi kepolisian menemukan adanya kegiatan penjualan BBM dengan cara memodifikasi mesin dispenser menggunakan alat berupa remot kontrol. “Saat dilakukan pengecekan di lokasi, benar adanya kegiatan penjualan BBM berjenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar yang dilakukan oleh petugas SPBU tersebut dengan cara melakukan pengaturan pada mesin dispenser yang sudah dimodifikasi dengan menggunakan alat berupa remot kontrol,” kata Kombes Pol Shinto Silitonga, Kabid Humas Polda Banten, saat Press Conference, Rabu 22 Juni 2022.

Shinto juga mengatakan, atas perkara tersebut Polda Banten menetapkan dua orang tersangka yakni BP (68), berperan sebagai manager SPBU dan FT (61), berperan sebagai pemilik tempat usaha SPBU.

Di tempat yang sama, Kasubbid I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Banten Kompol Chandra Sasongko mengatakan, para pelaku dengan sengaja menambahkan komponen elektrik remot kontrol serta saklar otomatis pada dispenser SPBU. “Dalam memperdagangkan BBM jenis Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, Dexlite, dan Solar yang mengakibatkan tidak sesuai dengan ukuran takaran timbangan atau jumlah selain menurut ukuran yang sebenarnya, isi bersih, berat bersih, atau jumlah yang sebenarnya,” kata Chandra.

Chandra menjelaskan dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa kecurangan penjualan BBM tersebut telah beroperasi sejak 2016 sampai Juni 2022 dan mendapatkan keuntungan ekonomis. “Dari hasil pemeriksaan para pelaku menjalankan kecurangan penjualan BBM ini mendapat keuntungan sebesar 4-5 juta per hari dengan jumlah keuntungan sekitar Rp7.000.000.000,” tegasnya.

Chandra juga mengatakan dalam pengungkapan kasus ini penyidik menyita beberapa barang bukti di TKP. “Kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 2 unit remote control, 4 alat relay yang terpasang pada masing-masing dispenser BBM, 1 bundel slip setoran margin, 1 bundel slip setoran surplus, 4 unit handphone, 7 bundel arsip berita acara permodalan SPBU Nomor : 34-42117, 4 unit CPU, 1 buah ATM, 1 buah buku tabungan, dan 2 bundel rekening koran,” terangnya.

Chandra menambahkan, para pelaku dijerat dengan pasal berlapis yaitu Pasal 8 ayat 1 huruf c Jo Pasal 62 ayat 1 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan/atau Pasal 27, Pasal 30 Jo Pasal 32 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal Jo Pasal 55 ayat 1 dan atau Pasal 56 dengan hukuman minimal 5 tahun penjara. []

RADIO BCO